|
Menu Close Menu

Dirjen SDPPI Apresiasi Buku Karya PPIA Mewujudkan Indonesia 4.0

Rabu, 16 September 2020 | 09.18 WIB

 


NEWSDAILY.ID JAKARTA – Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail, mengapresiasi buku karya Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) berjudul "Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia di Australia".


“Saya apresiasi dengan tulisan-tulisan yang sudah dikumpulkan dalam bentuk buku, pemikiran-pemikiran dari teman-teman pelajar Indonesia yang ada di Australia,” tuturnya dalam Seri Grand Launching, Webinar dan Bedah Buku Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia di Australia, dari Jakarta, Senin (14/09/2020).


Menurut Dirjen Ismail, hasil pemikiran karya mahasiswa Indonesia tentang teknologi dan inovasi itu memberikan manfaat bagi Indonesia, utamanya pejabat pemerintahan untuk dapat dijadikan referensi mewujudkan transformasi digital.


“Ini tentu sangat memberikan hal yang bermanfaat buat kami semua, terutama bagi pejabat pemerintahan yang selama ini sedang berupaya penuh untuk menyajikan, menyampaikan dan mewujudkan proses transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.


Berbicara mengenai Indonesia 4.0, Dirjen SDPPI menilai bahwa seluruh aspek kehidupan yang terkait dengan kepentingan penyelenggaraan negara dilakukan dengan cara baru. 


“Kalau kita bilang 4.0 berarti ada 3.0, 2.0 dan sebelum-sebelumnya. Jadi apa yang membedakan sebenarnya Indonesia 4.0 dibandingkan dengan mungkin yang sebelumnya, intinya kalau kita lihat bahwa sesungguhnya ini adalah proses transformasi digital,” jelasnya.


Menurut Dirjen Ismail, 4.0 berarti tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional dalam menyelenggarakan pemerintahan atau bahkan menyelenggarakan aktivitas kehidupan di masyarakat. 


Oleh karena itu, dalam mencapai Indonesia 4.0 maka harus ada perubahan baru, perilaku baru dan cara baru yang perlu didekati dan dilaksanakan, sehingga seluruh aktifitas kehidupan bisa dijalankan dengan cara yang disebut 4.0.


“Intinya yaitu going to digital, memanfaatkan ruang digital dalam aspek-aspek kehidupan,” tandasnya.

Bagikan:

Komentar